Jakarta – Kenaikan 6,2 poin dalam tingkat kepercayaan publik terhadap Polri — dari 76,2 persen menjadi 82,4 persen — adalah pencapaian yang perlu dianalisis lebih dalam. Angka ini bukan sekadar naik, melainkan signifikan secara statistik dan bermakna secara institusional.
Dalam survei sosial, kenaikan yang melampaui margin of error (dalam hal ini 2,8 persen) dianggap signifikan secara statistik. Kenaikan 6,2 poin jauh melampaui angka itu — lebih dari dua kali lipat margin of error. Ini berarti perubahannya nyata, bukan fluktuasi acak dari variasi sampel.
Survei Litbang Kompas 2026 yang dilaksanakan dari 1 April hingga 20 Juni 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metodologi yang konsisten dengan survei sebelumnya memastikan bahwa perbandingan antar waktu dapat dilakukan dengan valid.
“Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” analisis Hasan Nasbi, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Sabtu (27/6/2026).
6,2 poin bukan angka kecil dalam survei publik. Ia adalah bukti bahwa perubahan yang terjadi di Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.