Kapolda: Tegas dan Terukur Tanpa Menyakiti Masyarakat
Kapolda Metro Jaya berpesan agar jajaran tetap tegas dan terukur, namun tidak menyakiti hati masyarakat, serta menjadi polisi yang bermanfaat dan humanis. Kesatuan di lingkungan Kepolisian yang berjasa menjalankan tugas dan bermanfaat bagi bangsa dan negara berhak menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti. Seluruh personel Polda Metro Jaya, mulai tingkat Polda, Polres, Polsek, sampai Bhabinkamtibmas, disebut berkontribusi atas capaian penghargaan tersebut.
Di sisi lain, melalui Nugraha Sakanti, Kapolda mengajak seluruh jajaran menghadirkan energi baru demi pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Menurut Kapolda, tugas menjaga keamanan dan ketertiban ibu kota tidak dapat diemban Polri sendirian dan memerlukan kolaborasi. Lebih lanjut, alih-alih menjadi titik akhir, Nugraha Sakanti disebut Kapolda sebagai pendorong moral bagi jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengabdiannya.
Kerja keras, dedikasi, dan loyalitas keluarga besar Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat tercermin lewat penghargaan tersebut. Selain itu, kapolda menegaskan bahwa terhadap gangguan kamtibmas dan pelanggaran hukum, jajaran harus tetap bertindak tegas, profesional, dan terukur. Kapolda meminta jajaran mengedepankan deteksi dini, pencegahan, komunikasi yang baik, dan penyelesaian masalah secara kolaboratif.
Pada bagian lain amanatnya, komjen Pol Asep Edi Suheri selaku Kapolda Metro Jaya bertindak sebagai pemimpin upacara tradisi penyerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti.
“Terhadap setiap bentuk gangguan kamtibmas dan pelanggaran hukum, kita harus tetap bertindak tegas, profesional, dan terukur,” kata Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri.
Enam direktif Presiden tersebut mencakup menjaga kepercayaan rakyat, menjadi polisi dekat dengan rakyat, menegakkan hukum dengan adil, meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi, dan tidak berhenti memperbaiki diri.
